Jurnal Inspirasi Sukses #1

 hal yang harus diingat anak muda sebelum memulai bisnis. 


Dirangkum dan dimodifikasi dari video youtube di link berikut


disclaimer : artikel ini memuat poin ekstra yang penulis pikir agak berhubungan dengan tema pengembangan diri (poin 4-5). Dan inti rangkuman pun sudah ditambahkan poin poin lain, yang penulis pikir relevan dengan topik yang sedang dibahas di dalam video youtube diatas. Semoga bisa bermanfaat bagi teman teman semua, dan Salam Semangat : )


1. Pendidikan itu penting, bukan scam. 


Karena kalau terlilit Hutang masih ada opsi kerja dengan penghasilan yang minimal diatas UMR + fakta kalau founder start up yang sukses itu lulusan Univ top Dalam dan Luar Negeri.


2. Waktu itu tidak bisa kembali, seperti pedang, dan semakin tua semakin sedikit


(Kalau bisa balik ke masa lalu pasti mikir hmmm... selain pingin lebih mentingin hubungan temen deket dan keluarga ya... pasti pingin lebih efektif lagi mengatur prioritas hidup kayak misal. Wahhh, aku yang di SMA Mager-mageran tiap hari baca novel, gegara pas temen temen SMAN 1 pada ambis aku ketularan ambis juga, jatuh kesandung juga masih masuk UI, gimana kalau lebih serius??? pasti bisa univ luar mungkin. Tapi aku tidak memungkiri kadang anak genius yang 15 tahun sudah lulus kuliah kedokteran apakah bisa menikmati masa kanak-kanak mereka seutuhnya... tapi 1 yang pasti, mereka pasti pecinta belajar/Ilmu, karena kalau enggak gak mungkin pas 7 tahun udah habisin buku buku kedokteran karya ibnu sina wkwk


3. Beranilah ambil Resiko selagi belum banyak tanggungan finansial,


 Belajar Menganalisis dan Meminimalkan Resiko terutama Investasi Finansial sama persis seperti otot, semakin dilatih akan semakin kuat seiring waktu, semakin tua dan semakin banyak tanggungan, semakin sedikit resiko yang bisa kita ambil. Gunakan waktu dan energi yang masih luang untuk :


- Meningkatkan Hardskill dan Softskill

- Menambah Koneksi terutama dengan orang-orang yang sudah mencapai kesuksesan yang sedang ingin kita raih, untuk sama sama belajar atau mungkin jadi mentor

- coba menggeluti banyak bidang berbeda untuk menemukan passion kita sebenarnya di mana???


4. Sukses Datang dengan Sebuah Harga


Lebih menyesal mana orang yang sewaktu SMA atau Kuliah langsung pulang tanpa ikut komunitas / organisasi satupun, dengan Maha(Siswa) yang dengan susah payah berhasil meraih banyak penghargaan??? Pasti secara mental dan Hard/Soft Skill lebih terasah Maha(Siswa) yang banyak prestasi, karena kalau minim ilmu dan pengalaman, terutama saat awal awal bersekolah, biasanya success rate ikut olimpiade 10% bahkan kurang. Yahh intinya sewaktu seseorang sukses yang dilihat hanya gaya hidup mewah dan keteraturan hidupnya yang ciamik, Struggle saat orang itu berlatih keras di belakang layar sama sekali tidak terekspose, seperti atlet olahraga yang prestasinya hanya diperlombakan beberapa menit saja di olimpiade tertentu, tetapi mungkin atlet yang juara 1 disaat teman-temannya asyik menikmati weekend mereka tetap berlatih seperti hari biasa


5. Peringatan : Mengejar Mimpi Boleh tapi Jangan Terkena Husstle Culture


Tapi wanti-wanti diakhir, waspadalah dengan penyakit hati semacam workaholic kalau saat anda berhenti bekerja / struggling dalam hidup padahal anda benar benar sudah mengantuk dan butuh tidur, bukannya merasanya nyaman bisa istirahat, kalian malah ber-andai-andai "Kenapa badanku lemah sekali, kalau saja aku bisa bekerja jauh lebih keras , teman-teman sekantorku pasti bisa kubantu lebih banyak lagi". 


6. Kesuksesan itu Mirip Seperti Pohon Bambu


"Kadang kesuksesan mengharuskan kita saat ada badai, rencana dan tekad kita tidak pudar, namun meliuk-liuk lentur seperti pohon bambu, yang satupun tak pernah runtuh dalam berbagai macam cobaan hidup, justru mengikuti tiupan angin, dan sangat pandai dalam hal beradaptasi dengan kondisi lingkungan sekitar"


7. Hadist tentang Bersabar dan Bersyukur


“Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mukmin; yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena ia mengetahui bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.”


8. Apakah Rencana Kita Realistis???


Saat rencana harian atau to-do-list banyak yang tidak tercentang/sukses, evaluasi lagi. Apakah estimasi waktu yang digunakan sudah realistis, atau kita cenderung meremehkan pekerjaan yang sebenarnya berat. Misalnya menganggap 1 halam buku kuliah yang normalnya berisi 1000 kata dengan 1 halaman buku populer yang berisi 100-250 kata bahkan sering berisi ilustrasi menarik, 2 jenis buku diatas tentu tidak bisa disamakan waktu bacanya, jika buku populer bisa dibaca dalam 2-5 jam saja, buku kuliah baru selesai setelah 60 jam membaca. Jadi, saat ada tugas harian membaca text-book-perkuliahan, jangan pasang target kalau bacaannya akan selesai dalam waktu 5 jam, karena akhirnya entah realistis atau tidak suatu target, saat kita gagal cenderung akan membuat kita galau dan baper. 


9. Self Help Journaling : Pelajaran Hidup apa yang Paling Mengena di Hati Minggu ini???


Daripada sedih terus menerus karena gagal ulangan Fisika (padahal harusnya bersyukur masih bisa naik kelas, gak separah itu kasusnya) kita bisa tetap netral memandang situasi, coba catat dalam diary mingguan pelajaran besar apa saja yang kiranya bisa membuat hidupmu lebih baik lagi kedepannya. 

Misal, setelah dapat feedback dari ayah juga, saya sebelumnya merasa hampa karena belakangan ini karena kesibukan kuliah dan urusan rumah, saya yang dulunya kutu buku. tiba tiba sehari bisa tidak membaca buku sama sekali, dan karena itu saya merasa hampa.

inti feedbacknya, seperti seorang perokok yang sehari menghabiskan rokok 3 bungkus tidak realistis untuk memaksa-nya untuk berhenti dalam waktu hanya 1 hari, dibutuhkan tujuan/goal yang lebih realistis, karena pada contoh nyatanya perokok seperti contoh diatas dalam 1 tahun pun maksimal hanya bisa mengurangi konsumsi rokok dairi 3 > 1/2 sampai 1 bungkus rokok sehari. 


10. Jadi inti insight-nya ???


Jangan langsung menghilangkan kebiasaan yang sudah mengakar sangat lama dan adiktif,

Dalam kasus saya, harus ada substitusi entah itu membaca artikel di internet atau membaca Al-Quran 20 halaman sehari, sehingga kebiasaan membaca yang sudah ada sejak 8 tahun lalu tidak langsung hilang dan menghasilkan rasa hampa di dalam hati


Penutup


ok sekian dulu catatan jurnal inspirasi saya hari ini, semoga permanfaat dan see you in the next video : )

Ehhhh, bukan youtube ya??? sorry sorry, 

Sampai jumpa lagi di Jurnal Inspirasi saya selanjutnya


Komentar